GEOFISIKA>>Tsunami

24 10 2009

Apa Itu Tsunami ?

Tsunami berasal dari kata :

Tsu = Pelabuhan

Nami = Gelombang

Menjadi bagian bahasa dunia, setelah gempa besar 15 Juni 1896, yang menimbulkan tsunami besar melanda kota pelabuhan Sanriku (JEPANG) dan menewaskan 22.000 orang serta merusak pantai timur Honshu sepanjang 280 km.

Tsunami adalah gelombang laut yang disebabkan oleh gempabumi , tanah longsor atau letusan gunung berapi yang terjadi di laut. Gelombang tsunami bergerak dengan kecepatan ratusan kilometer per jam di lautan dalam dan dapat melanda daratan dengan ketinggian gelombang mencapai 30 m atau lebih. Magnitudo Tsunami yang terjadi di Indonesia berkisar antara 1,5-4,5 skala Imamura, dengan tinggi gelombang Tsunami maksimum yang mencapai pantai berkisar antara 4 – 24 meter dan jangkauan gelombang ke daratan berkisar antara 50 sampai 200 meter dari garis pantai.

Berdasarkan Katalog gempa (1629 – 2002) di Indonesia pernah terjadi Tsunami sebanyak 109 kali , yakni 1 kali akibat longsoran (landslide), 9 kali akibat gunung berapi dan 98 kali akibat gempabumi tektonik.
Gempa yang menimbulkan tsunami sebagian besar berupa gempa yang mempunyai mekanisme fokus dengan komponen dip-slip, yang terbanyak adalah tipe thrust (Flores 1992) dan sebagian kecil tipe normal (Sumba 1977).Gempa dengan mekanisme fokus strike slip kecil sekali kemungkinan untuk menimbulkan tsunami.

Tanda-tanda akan datangnya tsunami di daerah pinggir pantai adalah :
Air laut yang surut secara tiba-tiba.
Bau asin yang sangat menyengat.
Dari kejauhan tampak gelombang putih dan suara gemuruh yang sangat keras.

Tsunami terjadi jika :

Gempa besar dengan kekuatan gempa > 6.3 SR
Lokasi pusat gempa di laut
Kedalaman dangkal < 40 Km
Terjadi deformasi vertikal dasar laut

Potensi Tsunami di Indonesia :

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap tsunami, terutama kepulauan yang berhadapan langsung dengan pertemuan lempeng, antara lain Barat Sumatera, Selatan Jawa, Nusa Tenggara, Utara Papua, Sulawesi dan Maluku, serta Timur Kalimantan
Tsunami di Indonesia pada umumnya adalah tsunami lokal, dimana waktu antara terjadinya gempabumi dan datangnya gelombang tsunami antara 20 s/d 30 menit

Sumber : BMKG

gel





Waspada Bencana Gempa..!!!!

5 10 2009

Belakangan ini bencana sering terjadi dimana-mana… Indonesia pun ikut berpartisipasi dengan merasakan bencana khususnya Bencana Gempa yang sdh sangat sering terjadi di negara tercinta kita ini…   (jiahhhh )males

Seperti baru2 ini kita dikejutkan dengan adanya gempa berkekuatan 7,6 SR mengguncang pesisir barat Sumatra, 53 kilometer barat laut ibukota Padang…. konslet

Yang mengakibatkan total 26 sarana kesehatan rumah sakit dan puskesmas di Sumbar mengalami kerusakan baik ringan hingga berat. Data itu diungkap oleh Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Kesehatan, dr Lily S. Sulistyowati, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (4/10 ).  Data itu berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh Pusat Penanggulangan Krisis (PPK) Depkes hingga hari Minggu.

Semua bencana pasti berdampak buruk.. dan semua orang pasti tak mau mengalami hal buruk… ya khan..?!
Namun yang namanya bencana, bisa terjadi kapan saja, dimana saja, dan pada siapa saja. Jadi yang harus kita lakukan adalah WASPADA..!!! sinchan

HeadLine Kompas(Senin, 5 Oktober 2009) menyatakan “Gempa Akan Terus Terjadi, Semua Harus Siaga”. Dikatakan bahwa Semua harus siap siaga karena bencana gempa belum berakhir. Untuk itu, penyebarluasan informasi tentang ancaman bencana diperlukan sebagai upaya antisipasi agar jumlah korban dapat dieliminasi.
Selain itu, saat ini perlu segera dilakukan evaluasi skala nasional menyangkut kondisi geologis dan kondisi bangunan-bangunan di setiap wilayah.

Saya pernah membaca bahwa:
“Gempa bukan bencana yang mematikan, bangunan yang buruklah yang membunuh manusia.”
“Earthquake did not kill people, the bad building did it”.

dan saya pikir ada benarnya juga. Kita mungkin tak dapat mencegah bencana yang pasti akan terjadi namun setidaknya kita dapat mencegah jumlah korban dan dampak negatif yang akan terjadi pasca bencana. Salah satunya yach dengan memperhatikan konstruksi gedung yang dibangun agar tahan gempa..

Selain itu dengan adanya pemahaman tiap individu. Individu tersebut, pertama, harus mampu melindungi dirinya sendiri. Kedua, harus menginformasikan kepada keluarganya bagaimana melindungi diri mereka. Ketiga, harus mampu melindungi harta bendanya.
Dan perlu adanya evaluasi segera terhadap kondisi wilayah masing-masing menyangkut kondisi geologis dan memeriksa struktur bangunan demi mengurangi risiko bencana.

Selepas gempa biasanya manusia baru sadar akan konstruksi bangunan. Gempa bukan hanya sekedar bencana namun juga “wake-up call“, alarm yang menyadarkan. Pengingat akan bahaya, pengingat kematian, kepedulian, dan juga pengingat akan keberadaan dan kebesaran Tuhan..

so, Tetap waspada….
Jesus Bless :)