.:: Dasar Algoritma dan Pemrograman ::.

26 07 2010

Bagi kebanyakan mahasiswa baru yang menekuni bidang IT, Algoritma dan Pemrograman terkadang terasa membingungkan… untuk itu saya merasa penting sekali berbagi sedikit pengetahuan tentang algoritma dan pemrograman.

Dalam ilmu IT(Information Technology) untuk menciptakan sebuah software yang canggih tidak bisa diciptakan begitu saja. Untuk membangun dan mendesainnya diperlukan sesuatu yang disebut ‘Bahasa Pemrograman(Programming Language)’. Bagi teman-teman yang berminat melanjutkan perkuliahan pada bidang IT harus betul2 menguasai yang namanya algoritma dan pemrograman untuk bekal ke depannya. Untuk itulah bagi anak IT, pertama2 akan disuguhi mata kuliah algoritma dan pemrograman.

Bahasa pemrograman itu bisa bermacam-macam. Ada Java, Visual Basic, C++, PHP, Javascript dll. Setiap bahasa pemrograman memiliki syntax atau coding yang berbeda dalam implementasinya. Namun yang menyamankannya adalah Algoritma yang dikembangkan.

Biasanya untuk mendesain sebuah aplikasi/program, diperlukan untuk membuat algoritma nya dulu baru algoritma tersebut akan diterapkan ke dalam bahasa pemrograman yang kita pakai.

Algoritma merupakan ‘Prosedur yang dipakai untuk memecahkan masalah komputasi’

dapat dilihat pada gambar disamping ini, masalah/kasus yang ada dipecahkan dengan algoritma yang kita buat dan setelah itu algoritmanya diimplementasikan kedalam program dengan input-input tertentu untuk menghasilkan output/hasil keluaran yang sesuai.

  • Bagaimana Cara menuliskan algoritma??

Algoritma dapat ditulis dengan menggunakan bahasa formal/bahasa resep masakan  maupun menggunakan pseudocode…

<– merupakan cara menuliskan algoritma dengan menggunakan bahasa formal. Seperti kita menuliskan resep masakan. Setiap langkah demi langkah dituliskan secara berurutan agar dapat diimplementasikan pada program untuk mendapat output yang sesuai.

Berbeda dengan bahasa resep masakan, cara penulisan algoritma dengan bahasa pseudocode lebih dianjurkan bagi para pengembang aplikasi/ programmer.  Dengan  bahasa pseudocode akan lebih mudah dalam proses penterjemahan ke dalam bahasa pemrograman yang akan digunakan.

berikut contoh penulisan algoritma untuk pemecahan kasus ‘mencari angka maximum dari kumpulan array’

algoritma arrayMax(A,n)
Input  : array A dari integer n
Output : nilai max dari elemen A

currentMax <- A[0]
for i <- 1 to n do
if A[i] > currentMax then
currentMax <- A[i]
return currentMax

Yang paling penting dari kita membuat algoritma adalah melihat ide awalnya.  Ide untuk memcahkan sebuah kasus. Dalam kasus kita misalnya, mencari nilai terbesar dari sebuah array. Maka idenya adalah kita membandingkan setiap nilai pada tiap element array dimulai dari nol sampai element terakhir, elemen n.  Jika element yang dibandingkan nilainya lebih besar dari nilai elemen yang sekarang maka nilai nya ditukar.

Implementasi algoritma di atas dalam fungsi menjadi :

function arrayMax(A,n){
currentMax = A[0];
for(i = 1; i<= n; i++){
if(A[i] > currentMax){
currentMax=A[i];
}
}return currentMax;
}

Dalam kasus ini saya menggunakan bahasa “JavaScript” sehingga syntax keseluruhannya menjadi :

=============================================================

<html><head>
<Script Languange = “javascript”>

function arrayMax(A,n){
currentMax = A[0];
for(i = 1; i<= n-1; i++){
if(A[i] > currentMax){
currentMax=A[i];
}
}return currentMax;
}

var A=[11,12,3,41,5,6,7];
document.write(A+'<br>’);
document.write(“Nilai maximum : “+arrayMax(A,6));
</script>
</head></html>

================================================================

Sebagai catatan, script diatas dapat ditulis pada notepad++ maupun notepad dan disimpan sebagai file berkestensi (*.html). Kita asumsikan script diatas kita simpan dengan nama arrayMax.html. File yang telah disimpan dijalankan melalui browser.


Output yang dihasilkan:

var A=[11,12,3,41,5,6,7]; A merupakan sebuah     variabel yang menampung elemen array. kasus di atas terdapat 6 element array yaitu [11,12,3,41,5,6,7]. Perlu diketahui, element Array dihitung dari nol.

document.write(A+'<br>’); merupakan perintah untuk menampilkan nilai variabel A. Sehingga menghasilkan output “11,12,3,41,5,6,7”

document.write(“Nilai maximum : “+arrayMax(A,6)); merupakan perintah pemanggilan fungsi arrayMax(A,n) untuk menampilkan nilai maximum dari array A dari elemen nol sampai enam karena n=6. Sehingga menghasilkan output “Nilai maximun : 41”


Selamat Mencoba…

Jesus Bless 🙂

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: