.::Tetaplah Berlari::.

8 02 2011

Kurang lebih dua minggu yang lalu, ada perasaan tak menyenangkan bergejolak dalam hatiku. Aku merasa ada sesuatu yang mengganjal dalam diriku, yang membuat aku tidak menjadi seperti diriku yang biasanya. Aku seperti merasakan apa yang dinamakan putus asa. Dan kemudian aku kembali mulai mengetik apa yang aku rasakan di hp milikku dan tertidur. Kurang lebih begini kata-katanya
‘Selamat malam Bapa Surgawi, ijinkan aku tertidur malam ini dalam kasih Mu Bapa..
Jangan biarkan air mata ini mengalir lagi, Jangan biarkan aku menjadi orang yang putus asa. Amin’

Dan keesokan harinya seperti biasa, aku membaca renungan harian online, disana aku mendapati renungan tentang surat dari Tuhan. Surat itu seolah-olah adalah balasan dari apa yang aku pikirkan semalam.
Judulnya ‘Tetaplah Berlari’.
Air mataku kembali menetes setiap aku menyelesaikan setiap kalimat yang ada pada renungan tersebut. Bukan karena aku sedih dan putus asa. Namun, karena aku disadarkan bahwa betapa Bapa disorga sangat menyayangi dan memperhatikanku. Dan aku mencoba menghapus setiap airmata yang mengalir dan berkata pada diriku sendiri Ada Satu pribadi yang sangat mengenal hatiku, Ya.. Dia adalah Bapaku yang Baik, yang selalu mengawasiku dari Sorga.

Aku copy khan renungan tersebut dikutip dari http://renungan-harian-kita.blogspot.com
==================================

Tetaplah berlari
Tetaplah berlari! (a letter from God)

AnakKu yang terkasih, Aku hampir tidak percaya ketika membaca suratmu. Bukankah baru beberapa minggu yang lalu engkau berjanji tidak akan menyerah? Aku tahu, mungkin minggu-minggu ini terasa sangat sulit bagimu, tapi, anakKu, kuatkan hatimu. Tetaplah berlari dalam track yang sudah kusediakan karena Aku tahu yang terbaik bagimu. Bila kau merasa lelah, berhentilah sejenak, ambil roti dan air hidup yang PutraKu telah tawarkan dan makanlah. Aku yakin, setelah kau mendapatkan keduanya, kau akan merasa segar kembali. Setelah itu, tarik nafas dalam-dalam dan mulai langkahkan kakimu untuk bergerak maju. Fokuskan pandanganmu pada apa yang ada di depanmu, pada tujuan yang kau miliki, yaitu menyelesaikan perlombaan dan menjadi juara.

Buanglah kemarahan dan sakit hati yang menghantui pikiranmu. Amarah dan sakit hati itu tidak ada gunanya, hanya menguras tenaga dan menghambatmu mencapai tujuan. Terkadang Aku mengijinkan hal-hal yang buruk terjadi karena Aku ingin melatihmu. Aku ingin kaki-kakimu menjadi lebih kuat daripada sebelumnya. Dengan begitu engkau dapat berlari dengan lebih cepat. Berhentilah mengasihani dirimu sendiri, berdirilah tegap, dan punyailah mental seorang pemenang. Seorang pemenang, bukan dilihat dari berapa kali ia sukses meraih gelar juara. Di mataKu, seorang pemenang adalah seorang yang tidak pernah menyerah terhadap kegagalan, yang mau bangkit setiap kali ia jatuh. Karena itu, jangan pernah menyerah ketika kau jatuh tersandung kerikil-kerikil di sepanjang jalanmu. Jangan pula kau merasa malu terhadap dirimu sendiri. Angkat kepalamu dan teruskan perjalananmu mencapai finish.

Ketika pertandingan dimulai, Kuharap kau bisa mengacuhkan omongan orang-orang yang menonton di bangku stadion. Jangan merasa sombong karena pujian atau karena kau diunggulkan. Pujian dan pengagungan yang keluar dari mulut mereka terkadang hanya sekedar basa-basi di depan para juara. Tak jarang, kata-kata manis itu akan segera berubah menjadi kritikan pedas dan kecaman ketika para juara itu gagal. Karena itu, kau juga tidak perlu risau ketika mendengar pernyataan-pernyataan skeptis yang mengatakan engkau pasti kalah. Kau bukan bertanding atas kemauan mereka. Kau juga tidak hidup berdasarkan omongan mereka. Pelari yang berpengalaman tahu akan hal itu. Karena itu, tidak usah pusing dengan perkataan-perkataan mereka. Fokuskan pikiranmu pada tujuan yang semula, bukan untuk mendapatkan pujian atau penghargaan dari orang lain, tapi untuk menyelesaikan pertandingan. Aku, Pelatihmu, tidak pernah meragukan kemampuan yang kau miliki. Aku tahu seberapa besar potensi yang ada padamu dan Aku tahu kau pasti bisa mencapai garis finish dengan gemilang.
Selamat berjuang anakKu, Aku menunggumu di garis finish.

Yang mengasihimu,
Ayahmu, Pelatihmu, Sahabatmu, Penonton setiamu

Tuhan.

=====================================

Ganbatte ne..

Jesus Bless πŸ™‚

Advertisements

Actions

Information

2 responses

9 02 2011
Chablovty

Anak TUHAN tidak mengenal kata PUTUS ASA…
tetap SEMANGAT dan selalu andalkan TUHAN dalam segala hal…
TUHAN pasti buka jalan…

B’doa, bekerja n bersyukur selalu, itulah kunci untuk menjalani hidup yang indah

9 02 2011
Tasya Latubessy

amien ke πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: